Reformasi Administrasi Publik
Buku ini ditujukan untuk mahasiswa yang belajar administrasi publik dan para birokrat yang menjalankan pemerintahan. Salah satu fokus studi administrasi publik adalah reformasi administrasi. Secara teoretis, gejala ini muncul sebagai akibat dari pergeseran ilmu administrasi publik dari disiplin ilmu normatif ke disiplin ilmu perilaku-ekologis. Secara empiris, gejala perkembangan masyarakat yang disebabkan oleh globalisasi memaksa banyak pihak, terutama birokrasi pemerintah, untuk memperbaiki dan mencari alternatif sistem administrasi yang sesuai dengan perkembangan masyarakat dan zaman. Penulis ingin buku ini dibaca oleh pembaca, terutama mereka yang belajar administrasi publik dan telah memahami konsep administrasi pembangunan dan administrasi publik. Karena pertumbuhan masyarakat sebagai akibat dari globalisasi, pemerintah harus merevisi sistem administrasinya untuk menyesuaikannya dengan kemajuan zaman. Dalam proses pembangunan suatu negara, birokrasi pemerintah memainkan peran penting. Jika ada langkah nyata menuju reformasi, dimulai dengan reformasi administrasi, cita-cita reformasi dapat terwujud. Perubahan terencana terhadap elemen utama administrasi disebut reformasi administrasi. Selain meningkatkan struktur organisasi, reformasi juga mencakup meningkatkan sifat individu yang bekerja di dalamnya. Usaha terencana untuk mengubah dua hal: sikap dan perilaku birokrat dan struktur dan prosedur birokrasi dikenal sebagai reformasi administrasi. Dalam proses reformasi administrasi, penentuan tujuan sangat penting. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas organisasi adalah tujuan dari reformasi administrasi Reformasi administrasi memiliki tiga tujuan umum: meningkatkan disiplin, memperbaiki sistem yang ada, dan meningkatkan kinerja Birokrasi adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah, yang menjalankan sistem yang ada dan memiliki tugas yang ditetapkan untuk jabatan tertentu. Gerakan reformasi administrasi selalu dimulai oleh birokrasi yang kuat.